Gelar Upacara HUT RI ke 77, Pimpinan Pesantren Wahdah Cibinong Imbau Refleksikan Kemerdekaan dalam Kehidupan

Gelar Upacara HUT RI ke 77, Pimpinan Pesantren Wahdah Cibinong Imbau Refleksikan Kemerdekaan dalam Kehidupan

CIBINONG, Pesantren Tahfidz SMP SMA Al-Qur’an Wahdah Islamiyah Cibinong Bogor menggelar Upacara Bendera dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-77 (HUT RI 77), Rabu (17/08/2022).

Upacara dilaksanakan di halaman SMP SMA Al-Qur’an Wahdah Islamiyah Cibinong, Jln. H. Iyang Blok E.30 RT 03 RW 09 Keluarahan Pakansari, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor Jawa Barat.

Bertindak sebagai inpesktur Upacara Dr. Syamsuddin selaku Pimpinan Pesantren tahfidz Wahdah Islamiyah Cibinong.

Dalam amanatnya Ustadz Syam mengajak untuk mensyukuri nikmat kemerdekaan serta  merenungkan dan merefeksikan kembali hakikat kemerdekan dalam kehidupan sehari-sehari.

“77 tahun lalu para pendiri negeri ini memproklamirkan kemrdekaan bangsa ini dari penjajahan,  dan hari ini kita merayakan dan memperingati hari ulang tahun ke-77 kemerdekaan tersebut, tentu saja maksud dan tujuan dari perayaan ini adalah menumbuhkan rasa syukur kepada Allah, karena kemerdekaan merupakan rahmat Allah, jelasnya.

Menurutnya salah satu wujud dari rasa syukur itu adalah dengan menjadi warga negara yang baik dan berperan aktif dalam pembangunan negeri ini. Termasuk mendoakan kebaikan negeri ini.

“Mari doakan kebaikan untuk negeri tercinta ini dengan doa yang diteladankan oleh Nabi Ibrahim, rabbij’al hadzal balada amina[n], ya Allah jadikanlah negeri ini aman sentsausa”, imbaunya.

Selain itu beliau juga mengajak untuk merefleksikan kemerdekaan hakiki dalam kehidupan sehari-hari.

“Bagi kita sebagai Muslim kemerdekaan hakiki adalah ketika mampu menundukkan jiwa dan raga haya kepada Allah serta memerdekaan diri, pikiran, dan perasaan dari tekanan dan dominasi hawa nafsu”, terangnya.

“Ini adalah misi Islam, yakni memerdekakan manusia dari penghambaan kepada selain Allah”, imbuhnya.

Sementara dalam konteks kehidupan sebagai pelajar dan santri, ia menekankan pentingnya kemandirian sebagai salah satu wujud dari kemerdekaan.

“Kemerdekaan hakiki bagi seorang santri adalah ketika mandi lebih tertib, tepat waktu, ketika merapikan kamar tidak perlu dikontrol, masuk halaqah atas kesadaran sendiri. Ketika secara mandiri menjaga hafalan, tidak perlu diingatkan lagi”, tegasnya.

Usai pelaksaan upacara panitia 17an menggelar berbagai perlombaan, seperti lari karung, tarik tambang, adu panco, dan sebagainya. []

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.