Di tengah gelombang digitalisasi global, banyak negara mulai mengembangkan Mata Uang Digital Bank Sentral (Central Bank Digital Currency atau CBDC) sebagai respons terhadap perubahan perilaku finansial masyarakat dan kemajuan teknologi blockchain. Di satu sisi, inovasi ini menjanjikan efisiensi dan transparansi dalam sistem keuangan. Namun, di sisi lain, muncul kekhawatiran bahwa CBDC, terutama dari negara pesaing seperti Tiongkok, dapat mengancam dominasi dolar AS sebagai mata uang cadangan global. Apakah CBDC merupakan ancaman nyata atau justru peluang bagi masa depan dolar?


Apa Itu CBDC?

CBDC adalah bentuk digital dari mata uang fiat yang dikeluarkan dan dikendalikan langsung oleh bank sentral suatu negara. Tidak seperti mata uang kripto seperti Bitcoin yang bersifat terdesentralisasi, CBDC memiliki kendali penuh dari otoritas moneter. Saat ini, lebih dari 100 negara sedang meneliti atau mengembangkan prototipe CBDC, termasuk Amerika Serikat dengan proyek FedNow dan Tiongkok dengan e-CNY atau yuan digital.


Ancaman Terhadap Dominasi Dolar AS

Dolar AS selama puluhan tahun telah menjadi pilar dalam sistem keuangan global—digunakan dalam perdagangan internasional, cadangan devisa, dan transaksi lintas negara. Namun, CBDC berpotensi menggeser posisi strategis ini melalui beberapa skenario:

1. Internasionalisasi CBDC Lain

Negara seperti Tiongkok berupaya memperluas penggunaan yuan digital di luar negeri, khususnya melalui inisiatif Belt and Road. Jika negara-negara mitra dagang Tiongkok mulai menggunakan yuan digital dalam transaksi lintas negara, ini dapat mengurangi ketergantungan pada dolar AS.

2. Peningkatan Efisiensi Transaksi Global

CBDC dapat memungkinkan transaksi lintas batas yang lebih cepat dan murah tanpa perantara, sehingga mengurangi dominasi sistem keuangan berbasis dolar yang selama ini bergantung pada jaringan SWIFT dan bank koresponden.

3. Erosi Kepercayaan Terhadap Dolar

Kebijakan moneter longgar dan utang nasional AS yang tinggi telah memunculkan kekhawatiran global terhadap stabilitas dolar. Dalam konteks ini, CBDC dapat menjadi alternatif yang lebih menarik bagi negara yang ingin mendiversifikasi cadangan mereka.


Peluang bagi Dolar AS

Meskipun tampaknya terancam, CBDC juga membuka peluang bagi dolar AS jika dikelola dengan strategi yang tepat:

1. Digitalisasi Dolar

Jika Federal Reserve meluncurkan versi digital dolar yang aman, efisien, dan dapat diakses secara internasional, hal ini dapat memperkuat posisi dolar dalam ekosistem digital global. Dollar digital bisa menjadi standar baru dalam transaksi digital lintas negara.

2. Modernisasi Infrastruktur Keuangan

CBDC memungkinkan Amerika Serikat memperbarui sistem pembayaran domestiknya agar lebih inklusif dan cepat, terutama untuk transfer instan dan keuangan mikro. Hal ini dapat meningkatkan daya saing keuangan AS di ranah global.

3. Penguatan Tata Kelola

Dengan kepemimpinan dalam menetapkan regulasi global terkait CBDC, AS dapat mempertahankan pengaruhnya dalam tata kelola sistem keuangan digital internasional, sekaligus membatasi pengaruh negara pesaing.


Tantangan Internal AS

Namun, AS tampak lebih lamban dalam mengadopsi CBDC dibanding negara lain. Hal ini disebabkan oleh:

  • Kekhawatiran terhadap privasi pengguna dalam sistem CBDC.
  • Potensi gangguan terhadap sistem perbankan komersial jika masyarakat lebih memilih menyimpan uang langsung di bank sentral.
  • Debat politik dan kebijakan yang belum selesai mengenai urgensi CBDC.

Di sisi lain, AS juga masih diuntungkan oleh ekosistem keuangan yang matang, dominasi sistem SWIFT, dan kepercayaan pasar terhadap stabilitas dolar.


Kesimpulan

CBDC bisa menjadi ancaman bagi dominasi dolar AS jika negara pesaing berhasil menawarkan sistem alternatif yang efisien dan dipercaya. Namun, itu juga bisa menjadi peluang besar jika AS proaktif dalam mengembangkan versi digital dolar, memperkuat infrastruktur keuangan domestik, dan mempertahankan kepemimpinannya dalam regulasi global.

Pilihan ada di tangan AS: membiarkan tren ini berkembang tanpa arah, atau menjadi pionir dalam dunia keuangan digital yang baru.